Entri yang Diunggulkan

Punya Indonesia

       10 Teknologi Canggih Asli Buatan Indonesia Inilah 10 Teknologi Canggih Asli Buatan Indonesia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LI...

Minggu, 14 Februari 2016

Narkoba perusak otak yang di gemari

Bismillaah..

Musuh Terbesar Otak

DECEMBER 8, 2007 / HERWIN LESMANA

Makanan Anda bisa jadi musuh terbesar Anda? Mengapa?

Dapatkah yogurt dari bahan organik yang dimakan nenek Anda membuatnya mengalami Alzheimer lebih dini? Dapatkah makanan bayi Anda membuat si anak berada di jalur yang menuju pada penyimpangan fisik? Atau dapatkah sup yang rajin Anda santap menghajar Anda dengan sakit kepala berat atau migran?

Dr. Russell Blaylock mengatakan semua hasil buruk ini kemungkinan karena penyedap rasa yang dikenal sebagai monosodium glutamate, atau MSG.

Semua penderitaan ini terjadi terhadap hewan laboratorium yang mengkonsumsi MSG. Dan manusia ternyata lebih sensitif lagi, khususnya ketika mengkonsumsinya dalam waktu yang lama.

Blaylock mengatakan : “Meski hanya dengan memberikan sedikit dosis di awal hidupnyakita memberi dampak pada keseluruhan hidup binatang itu. Ketika kita melakukannya, kita melihat kerusakan yang dramatis pada otak binatang itubukan hanya pada pusat kegemukannamun pada pusat kontrol memori, kontrol belajar, interaksi sosial dan kendali sosial“.

Seperti halnya rasa sakit, Terry Strouss berumur 10 tahun ketika sakit kepala itu mulai terjadi.

Strouss mengatakan : “Saya mulai mengalami sejumlah sakit kepala migran. Rasa sakitnya tidak tertahankan. Ada banyak hari dimana saya mungkin pulang dari sekolah, meringis, sakit, saya langsung pergi ke ranjang dan berada di situ sampai pagi esok harinya.”

Trauma itu berlanjut hingga usia remaja, dimana dokter menduga dia bisa melewati migran itu. Tapi dia tidak bisa. Pada akhirnya mereka memberinya obat-obatan. Strouss mengatakan : “Paling tidak obat itu membuat rasa sakitnya sedikit tertahankan, menghilangkan rasa sakit – namun sedikit peperangan batin akan penyebab timbulnya penyakit itu masih bercokol disana.”

Strouss bisa bekerja namun jauh dari kehidupan normal. Segalanya berubah ketika dia melihat program berita tentang betapa MSG dapat menyebabkan migran. Dia mulai menghindari segala sesuatu yang dia tahu mungkin mengandung MSG.

Strouss bersaksi : “Saya memperhatikan hal itu. Dalam satu bulan, sakit kepala saya berkurang. Sakit kepala tidak ada lagi di sana. Dan sakit kepalanya tidak separah ketika saya merasakannya pada mulanya. Istri saya terkagum-kagum. Dia mengatakan, “Kamu benar, kita perla meneruskan hal ini”.

Spesialis sakit kepala Dr. David Buchholz yakin bahwa MSG menyebabkan sakit kepala migran secara nyata bagi jutaan orang. Buchholz mengatakan, “Itu benar. Ini adalah eksitoksin, dan MSG menghidupkan mekanisme sakit kepala dan membuat Anda merasa sakit yang amat sangat”.

Eksitoksin adalah substansi yang menguasai sel hingga mengalami kerusakan – bertindak seperti racun. Dan mungkin ada banyak racun bagi khalayak umum.

MSG secara langsung dapat memperburuk autisme, mengurangi kemampuan perhatian dan hiperaktif. Dan MSG dapat menyebabkan otak menjadi tidak terangkai, khususnya bagi bayi yang berada di rahim dan pada awal-awal kehidupan. Kerusakan pada koneksi otak dapat mengacaukan hingga hampir semua fungsi otak, dari kendali hormon hingga perilaku dan kecerdasan.

Itulah yang terjadi terhadap janin tikus. Setelah diberi makan MSG, janin tikus tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan mental – hingga mereka semakin tua dan mulai gagal menyelesaikan tugas-tugas kompleks. Otak semakin tumpul, tikus semakin bodoh.

Dan manusia lima kali lebih sensitif terhadap MSG dibanding tikus – bayi bahkan lebih lagi. Blaylock percaya sebagai hasilnya adalah penderitaan dalam sisitem pendidikan, meski kemampuan terhadap murid-murid berbeda satu sama lainnya.

Blaylock mengatakan, “Jadi otak masih membentuk koneksinya, khususnya bagian terpenting dalam hal sosial ~ Prefrontal cortex, berlanjut hingga usia 25, 26, bahkan 27 tahun.

Blaylock mengatakan MSG mungkin hanya menyumbang dalam factor terjadinya penyakit otak, namun yang pasti dapat membuat penyakit saraf bertambah buruk :

Penyakit Alzheimer

Penyakit ALS yang sering disebut penyakit Lou Gehrig

Multiple Sclerosis

Stroke

Penyakit Parkinson

Semua penyakit itu berkaitan dengan eksitoksin yang membuat kerusakan.

Dr. Buchholz mengatakan, “Itu semua ada dalam produk makanan komersial prosesan, dimana produk tidak akan memiliki cita rasa seperti itu jika tidak memiliki penyedap rasa yang ditambahkan pada produk. Dan penyedap rasa itu tidak selalu dilabeli sebagai MSG ataumonosodium glutamate. Itu dilabeli sebagai protein hidrolisa atau penyedap alami, dan Anda tidak akan pernah menyangkanya”.

Makanan yang mengandung MSG dapat ditemukan ketika Anda melihat label kandungan yang bertuliskan kata-kata “glutamate“. Dan untuk khalayak umum, Blaylock mengatakan ada kebenaran yang sederhana : “Menghindari MSG dapat menjadi langkah paling baik yang Anda lakukan untuk otak Anda“.

Di Indonesia, masyarakat juga diserang dengan produk mie instant, snack yang jadi teman santapan sehari-hari. Anak-anak kecil menyantap makanan kemasan penuh MSG atau vetsin. Ingin punya bangsa yang cerdas di kemudian hari? Sadarlah dari sekarang, jauhi MSG.

Nah, serem banget kan tuh micin. Makanya mulai dari sekarang, walaupun kita masih muda, jauhi micin a.k.a MSG, efeknya mungkin ga langsung terjadi pada saat ini, tetapi akan berlaku akumulasi, dan ketika sudah saatnya… Anda tau sendiri akibatnya..

Source: JDC
Editor : Herwin

Related

Sistem rewards and punishments (hadiah dan hukuman) tidak berjalan dengan baik pada semua kasus. Rewards and punishments baik untuk pekerjaan yang sudah terdefinisi dengan jelas solusinya, pekerjaan yang rutin, baku, dan sudah ada aturan / cara mainnya. Namun sebaliknya malah berdampak buruk untuk pekerjaan yang membutuhkan kreativitas. Telah dilakukan percobaan, 


Herwin


mungkin harusnya dia lebih pinter lagi kalo ga makan MSG.. O.o hahah.. :P

kan di atas tertulis, “efeknya mungkin ga langsung terjadi pada sa

Di era modern ini, justru MSG adalah hal yang paling penting dalam hidup seseorang. Gue sendiri sangat sering melihat MSG dalam berbagai bentuk. Salah satu bentuk MSG yang paling digandrungi oleh orang-orang jaman sekarang itu yang namanya sMSG atau “short Message”.

Mengenai efek yang mungkin terjadi, ada benarnya kalau itu berhubungan dengan otak. Mungkin kalau cuma sekali atau dua kali kita menggunakan MSG, ga akan banyak berpengaruh. Nah, ketika kita sudah sering menggunakannya, maka MSG menstimulasi otak kita untuk bisa berpikir dengan cepat dan mempertajam ingatan. Tidak jarang untuk varian sMSG bisa melatih dan mempercepat gerakan jari-jari tangan, terutama jempol. Tidak dapat dibantah lagi kalau ketika sudah saatnya, akibatnya akan sangat baik dalam hal keterampilan.

Kalau soal MSG yang terkandung dalam makanan sebenarnya gue jarang denger sih. Yang sering gue denger dan gue liat sendiri itu adalah MSG tercetak di bungkus makanan itu. Umumnya MSG sangat penting karena dari sana kita bisa tau nilai gizi di makanan itu dan juga bahan dalam makanan itu. Kadang juga terdapat MSG mengenai cara mengolah makanan itu supaya lebih lezat. Nyam… Nyam… Bahkan di bungkus micin atau vetsin pun terdapat MSG yang sangat baik di mana kita bisa melihat terdapat kandungan Monosodium Glutamat yang dapat membahayakan otak kita.

Menanggapi banyaknya yang sakit kepala karena MSG memang ga dapat dipungkiri. Banyak orang yang kadang ga tahan melihat MSG dalam jumlah yang banyak. Kalau melihat aja ga sanggup, apalagi membacanya. Saya jamin ketika hal itu dilakukan, banyak yang mengalami sakit kepala. Biasanya hal ini terjadi pada murid-murid sekolah dan mahasiswa yang harus membaca MSG yang terdapat dalam buku paket dan besok harus kembali menuliskan MSG itu ke dalam kertas ujian. Sakit kepala? Tentu saja. Memang ga dapat dipungkiri bahaya MSG dalam bentuk seperti ini.

Masih mengenai sakit kepala. Saat ini banyak juga MSG yang bisa dilihat melalui komputer. Nah, masalahnya ga banyak orang yang tahan berada di depan komputer untuk membaca MSG, jadi ga aneh kalau kadang muncul efek mual, sakit kepala, mata menjadi rabun, kejang-kejang dan kadang keringat dingin sampai gangguan jantung dan peredaran darah. Ga bisa dipungkiri lagi MSG dapat membahayakan diri kita kalau tidak diolah dengan benar. Untuk varian sMSG, bisa membuat dompet jebol karena harus beli voucher dan membuat jari-jari tangan kesemutan atau sakit.

Ngomong-ngomong soal bahaya, MSG juga bisa berbahaya tidak hanya bagi manusia. Dalam dunia digital, terkadang terdapat MSG yang mengandung virus. Bila kita menggunakan MSG tersebut, komputer pun tidak akan dapat berfungsi secara normal lagi. Dan dengan tidak berfungsinya komputer, tidak jarang itu membuat seseorang stress. MSG bervirus juga bisa bersifat menular melalui kon

Klo dari Japan, negara mereka ga ada yang pake micin/vetsin/MSG :-)

Rasain dah lo ketipu digoblokkin semua ama orang Japan. hahaha

MSG.. NARKOBA TERSELUBUNG

Masyarakat diminta tidak lagi mengonsumsi atau memakai penyedap masakan monosodium glutamate (MSG) dengan berbagai nama dagang dan wujud tampilan, seperti bubuk penyedap, saus, keuh mueh, susu formula, obat-obatan, vaksin dan sebagainya. Pasalnya, MSG dianggap sebagai narkoba terselubung yang peredarannya tidak terkendali dan mengancam generasi bangsa.

"Narkoba yang mungkin menzalimi orang banyak dalam jumlah besar tentulah melalui makanan. Pada kenyataannya cukup banyak obat berbahaya yang belum tercantum sebagai narkoba namun tersedia dalam berbagai bentuk dan dikonsumsi oleh masyarakat luas tanpa kendali. Salah satu contohnya adalah penyedap masakan monosodium glutamate (MSG)," kata Farmakolog Universitas Sumatera Utara (USU) Prof dr H Aznan Lelo PhD kepada wartawan, usai menjadi pembicara utama pada seminar ilmiah “MSG, Narkoba Terselubung” dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-63 USU di Rumah Sakit USU, Selasa (18/8).

Menurut dosen pada Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran (FK) USU ini, meskipun MSG selalu ditemukan dalam berbagai jenis makanan yang dikonsumsi, bukan berarti MSG itu aman.

"Cukup sering ditayangkan di televisi dan dikabarkan di koran-koran dan media cetak lainnya tentang kejadian keracunan makanan pada murid-murid di sekolah-sekolah atau setelah pulang sekolah, pada buruh-buruh di tempat kerja dan di asrama. Sayangnya tidak pernah diungkapkan oleh pihak terkait racun apa yang menyebabkan kejadian tersebut. Padahal, bisa jadi mereka keracunan akibat mengonsumsi MSG,” kata Aznan yang saat itu didampingi Humas USU Bisru Hafi.

Dia melanjutkan, bahwa MSG dapat menimbulkan kecanduan seperti narkoba. Hal ini makin diperparah dengan semakin gencarnya iklan di televisi yang menyampaikan perlunya penambahan MSG dalam makanan sehari-hari. Iklan seperti itu sangat menyesatkan.

Aznan yang biasa disapa Buya ini mencontohkan, dulu bangsa Indonesia terkenal ramah santun dan baik akhlaknya serta pemberani dan perkasa. Sekarang terlihat beringas tidak Pancasilais.

Gampang murka, membakar, membegal, memperkosa, korupsi dan sebagainya yang dilakukan tanpa pandang usia, mulai dari anak-anak sampai si tua renta, tanpa pandang tingkat pendidikan dan keyakinan.

"Kenapa terjadi perubahan negatif secara berjamaah? Narkoba apa yang telah merusak bangsa kita ini? Pastilah narkoba yang tidak perlu diperoleh secara sembunyi-sembunyi, tapi didapat secara terang benderang, gampang dan dianggap aman melalui MSG," sebutnya.

Narkoba seperti ini, kata Buya, diatur dengan UU dan ada sanksi hukumnya, sehingga untuk memerolehnya sembunyi-sembunyi dan dilakukan oleh kelompokmalah kebalikannya. Selain itu, MSG juga dapat menimbulkan stres oksidatif yang berat," kata pria yang mengaku pernah disuruh tutup mulut oleh salah satu perusahaan penyedap makanan beken di Indonesia, agar tidak membeberkan ke publik soal bahaya MSG tersebut secara kajian ilmiah.

Dia menerangkan, narkoba adalah singkatan dari narkotika (zat yang dapat menidurkan atau narkose, seperti morfin, sabu dan sebagainya) dan obat berbahaya (termasuk ekstasi, alkohol, tembakau, ganja dan lainnya). Dengan berbagai nama dagang dan wujud tampilan, mulai bubuk penyedap, saus, keuh mueh, susu formula, obat-obatan, vaksin dan sebagainya dan MSG termasuk berada di dalamnkon

Dijelaskannya, MSG biasanya tersedia berupa kristal putih mirip dengan narkoba lain dan digunakan sebagai penyedap makanan di banyak negara. Namun konsumsi yang berlebihan telah dilaporkan dapat menimbulkan efek yang merugikan pada banyak organ tubuh, terutama memengaruhi fungsi dan fisiologi otak dan juga menyebabkan stres oksdatif yang berat.

"Fakta yang dijumpai di negeri kita Indonesia yang telah merdeka tujuh puluh tahun yang ditandai dengan merdekanya peredaran narkoba terselubung tanpa kepedulian pihak terkait dan kita semua. Maka akan seperti apakah tampilan anak bangsa Indonesia di masa depan yang terus terpapar MSG melalui va
ksin, susu, cemilan dan makanan sehari-hari? Ayo katakan stop MSG mulai saat ini," ajak Buya mengakhiri. (HAM)
[08:14, 22/08/2015] Ex TYCO Nanang: Prof Aznan Lelo PhD: MSG, Narkoba Terselubung

Prof dr Aznan Lelo PhD SpFK saat menjadi keynote speaker dalam seminar itu menyampaikan materi tentang MSG Narkoba terselubung. Disebutkan Prof Aznan Lelo, MSG (monosodium glutamate) biasanya tersedia berupa kristal putih mirip dengan narkoba lain dan digunakan sebagai penyedap makanan di banyak negara. Namun konsumsinya yang berlebihan telah dilaporkan dapat menimbulkan efek yang merugikan pada banyak organ tubuh, terutama mempengaruhi fungsi dan fisiologi otak dan juga menyebabkan stress oksdatif yang berat.

Setelah dikonsumsi, urai Prof Aznan Lelo, MSG terurai menjadi glutamate bebas yang merangsang sistem syaraf eksitatori. Pada awalnya nyeri dan kejang lalu parastesi dan lumpuh. Sodiumnya menaikkan tensi, meningkatkan potensial aksi.

Dikenal berbagai reseptor spesifik untuk neurotransmiter dan neuropeptika klasik agar dapat bekerja termasuk N-methyl-D-aspartate (NMDA) sebagai ionotropic glutamate receptor yang bertindak sebagai kanal ion. Penelitian pada hewan coba menunjukkan bahwa MSG memicu lesi hipotamalus dan mengubah neoroendokrin dalam memberi signal insulin dan leptin yang diikuti dengan kejadian obesitas serta peningkatan intoleransi glukosa dan resisten insulin serta kejadian dislipidemia. Selain itu, urai pria kelahiran Sumatera Barat itu, pasca pemberian MSG sitokin pro-inflamatori TNF-@ dan IL-6 meningkat sesuai dengan kejadian obesitas.

MSG, ungkap Prof Aznan Lelo, dapat mengganggu jiwa seperti depresi dan kecemasan, dimana kejadian ini ditandai dengan peningkatan ambilan serotonin kortek otak dan gangguan hypothalamic pituitary adrenal (HPA) axis, yang ditentukan melalui peningkatan kadar serum adrenocorticotropic hormone (ACTH) dan corticosterone.

Prof Aznan Lelo mengingatkan, pasca pemberian MSG, mengakibatkan terjadinya perlambatan gerakan. Selain itu, MSG dapat mengganggu respon kognitif, retensi memori dan kemampuan belajar. Penghentian asupan MSG secara mendadak dapat menurunkan kadar epinephrine, norepinephrine, dopamine dan serotonin di cerebellum, batang otak, striatum, kortek otak, hypthalamus dan hippocampus sebagai akibat teraktivasinya reseptor glutamate yang diikuti dengan peningkatan kadar ion kalsium dalam sel sehingga pembebasan neurotransmitter makin meningkat dengan segala bentuk gejala dan keluhan klinis pada pemakainya.

Secara tegas Prof Aznan Lelo mengimbau kepada masyarakat untuk menghentikan penggunaan MSG untuk menjaga dan melindungi anak bangsa Indonesia.

#shering_dari_sahabat     Tri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar